Ketika Uang berbicara
(Kelompok 5Cm)
Diceritakan disebuah sekolah ternama disuatu daerah sebut
saja SMK Jaya. SMK tersebut sangat diminati oleh para siswa SMP. Bangunan nya
yang bagus dan megah serta para pengajar yang handal. Suatu ketika pada
pergantian kepala sekolah, suasana sekolah tersebut menjadi menurun. Mulai dari
para pengajar yang tidak disiplin serta fasilitas yang sangat tidak memadai.
Dan akhir akhir ini jarang sekali diadakan
acara – acara besar lagi. Ternyata
kepala sekolah tersebut tidak membolehkan diadakan suatu acara.
Ketika seorang siswa mengajukan proposal kegiatan tidak
di terima, dengan alasan budget nya yang terlalu besar padahal hanya
membutuhkan biaya 1 juta rupiah. Untuk kedua kalinya siswa tersebut mengajukan
proposal dengan budget hanya 500 ribu rupiah, namun masih ditolak. Dan ketiga
kalinya siswa tersebut mengajukan proposal degan budget 0 rupiah masih saja
tidak diterima karena alasan kegiatan tersebut kurang penting untuk diadakan.
Namun siswa tersebut tidak pantang menyerah. Akhirnya ia mempunyai ide, didalam
proposal tersebut dicantumkan bahwa budget akan dikasih dari siswa untuk kepala
sekolah dengan jumlah 1 juta rupiah, dan ternyata proposal tersebut langsung
diterima kepala sekolah.
Akhirnya mereka pun tercengang dan menggelengkan kepala,
melihat sikap kepala sekolah tersebut.
Ketika Uang Berbicara
(versi dialogue)
Siswa 1 :
“Eh,kamu mau nerusin sekolah kemana?”
Siswa 2 :”Emm,
kalo aku sih mau ke SMK Jaya, sekolah yang terfavorit itu loh.”
Siswa 1 :”Iya
deh aku juga mau kesana, kita bareng bareng ya.”
Siswa 2 :”Iya
siap deh.”
Setelah
mereka masuk ke SMK Jaya.
Siswa 2 :”Ternyata
disekolah ini banyak sekali kegiatan yang menarik ya. Aku tidak menyesal masuk sekolah ini.”
Siswa 1 :”Iya.”
Kemudian
setelah pergantian kepala sekolah, kedua siswa tersebut mengajukan proposal
kepada kepala sekolah.
Siswa 1 & 2 :
“Assalamualaikum”
Kepsek :”Walaikumsalam”
Siswa 1 :”Jadi
gini pak, kami mengajukan proposal kegiatan dengan budget tertera pada proposal
ini. (Sambil memberikan proposal).”
Kepsek :”Begini ya nak, bukan nya bapak
tidak mau menerima proposal ini akan tetapi banyak hal yang harus bapak
kerjakan daripada kegiatan ini. Dan budget yang tercantum terlalu besar untuk kegiatan ini. Serta pembuatan proposal
ini pun salah ada banyak yang harus diperbaiki.”
Siswa 2 :“Iya
pak, terima kasih kami akan memperbaiki proposal ini. Wasalamualaikum.”
Untuk kedua kalinya kedua siswa tersebut mengajukan
proposal.
Siswa 1 :”Assalamualaikum
pak, ini proposal nya pak sudah kami perbaiki, dan budgetnya pun sudah dikurangi.”
Kepsek :”Oh
sini bapak lihat dulu.”
Siswa 2 :”Bagaimana
pak proposal nya?.”
Kepsek :”Ini sudah sedikit baik, dan
menurut bapak kayaknya tidak perlu ada budget yang harus dikeluarkan. Perbaiki
lagi ya nak.”
Siswa 1 :”Oh
ya sudah pa terima kasih.”
Untuk ketiga kalinya siswa tersebut mengajukan proposal
kegiatan
Siswa 1 :”Ini
pak proposal sudah kami perbaiki, silahkan bapak baca. Dan kami yakin kali ini
bapak tidak akan menolak.”
Kepsek :”Sebentar bapak cek terlebih
dahulu.”
Beberapa saat kemudian...
Siswa 2 :”Bagaimana
pak, setuju dengan budget yang kami keluarkan.”
Kepsek :”Tidak, saya tidak akan pernah
menolak proposal ini. Silahkan kalian adakan acara ini. Terima kasih.”
Siswa 1 dan 2 tercengang melihat sikap seorang kepala
sekolah yang seperti itu.
Siswa 1 :”Hah
gak nyangka yahhhhh”
Siswa 2 :”Aku
jugaaaaaaaaaaaa ...”
Komentar
Posting Komentar